akhir slide show-->

Jangan Anggap Remeh Meningitis

Masih ingat beberapa waktu lalu penyanyi Ashanti tiba-tiba jatuh sakit terserang meningitis. Apa yang menyebabkan munculnya penyakit ini?

Dulu, Vaksin meningitis hanya mencegah seseorang tertulas penyakit. Sekarang, vaksin ini mengalami kemajuan selain mencegah seseorang terkena meningitis juga ampuh menangkal seseorang menjadi carier. "Carrier atau pembawa, merupakan orang yang tidak tertular suatu penyakit tetapi sudah memiliki bibit penyakit di dalam tubuh.

Meningitis bukan merupakan penyakit yang tumbuh di negara kita, melainkan di sebagian besar negara Afrika. Karena itu meningitis biasanya lebih mudah ditularkan saat orang-orang Indonesia menunaikan ibadah haji atu umroh di Mekkah yang lokasinya dekan dengan Afrika dan negara-negara tujua wisata yang memiliki banyak turis dari Afrika.

Setelah disuntikkan, vaksin ini akan bertahan untuk melindungi tubuh selama tiga tahun. Saat ini juga masih dilakukan penelitian untuk mengusahakan agar vaksin ini bisa bertahan sampai lima tahun. Selain untuk dewasa, vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 juga sudah bisa digunakan oleh balita dan anak-anak di atas usia dua tahun. Vaksin baru akan mulai bekerja sebagai imun di dalam tubuh sekitas dua minggu setelah disuntikkan.

Lalu, bagaimana jika ingin melindungi si kecil yang masih berusia di bawah dua tahun dari meningitis? Anda bisa memberikan vaksin meningitis khusus untuk bayi atau batita, yaitu Haemophilus influenza tipe B atau HiB dan Invasive Pneumococcal Disease (IPD).

Sebenarnya dua vaksin ini bukanlah vaksin khusus untuk mencegah meningitis, tetapi kandungan di dlaam vaksin HiB dan IPD bisa mencegah beberapa jenis penyakit, salah satunya meningitis.

Sebenarnya, meski tidka bepergianpun anakmasih sangat berisiko terkena meningitis. Risiko itu datang dari anggota keluarga yang baru pulang dari haji, umrohatau dari negara-negara yang rawan meningitis.

Namanya juga keluarga, karena sudah lama nggak ketemu pasti anak dicium-cium, kan. Nah, dari situlah anak bisa tekena meningitis.

Meski gejala penyakit ini tidak bisa diketahui dengan pasti dna harus melalui tes laboratorium, namun ada beberapa tanda yang bisa diwaspadai saat sikecil menderita meningitis, seperti : demam di atas 39o, tiba-tiba lesu atau tidak aktif, tidak mau makan atau minum susu, lebih sering tidur, muntah, rewel dan gelisah, menangis seperti kesakitan dan pada beberapa kasus, timbul ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.

Jika ada gejala diatas, jangan ragu untuk segera membawa bayi atau batita ke dokter atau rumah sakit. Umumny, bayi atau batita yang menderita meningitis telat diobati karena orang tua yang tidka mengenali gejalanya.

Di bawah ini ada beberapa Tips aman meningitis :

  1. Kenali penyakit yang diwaspadai. Dengan mengenali penyakit yang diwaspadai, anda bisa melindungi keluarga dengan melakukan vaksinasi.
  2. Jangan makan sembarangan. Waspada memilih makanan yang baik, meski kelihatannya bersih, bukan tak mungkin jajanan pingir jalan yang ada di luar negeri masuk kategori makanan tak sehat.
  3. Cari tahu musim di tempat tujuan. Cari tahu kondisi cuaca atau musim yang sedang berlangsung di tempat tujuan.
  4. Bawa obat-obatan. Lebih baik membawa obat-obatan penting daripada repot mencari obat di tempat plesiran.
  5. Cek Kesehatan. Tidak ada salahnya memeriksakan kesehatan terlebih dahulu sebelum pergi. Saat melakukan vaksinasi, lakukan juga cek kesehatan untuk memastikan tubuh dalam kondisi baik.

(Sumber : Media Sehat, Maret 2013)

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas