akhir slide show-->

Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support

Selasa, 21 April 2015

Administrator

Pelayanan

Dibaca: 4144 kali

Pendahuluan

     Cedera bahkan Kematian Dapat terjadi kapan saja, dimana saja, dan dapat dialami oleh siapa saja. Bencana nasional seperti terjadinya tsunami, gempa bumi, tanah longsor,banjir, sampai terakhir terjadinya erupsi gunung sinabung di Sumatera Utara. Upaya rasional yang efektif adalah meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat bencana / cedera. Kematian memang milik Tuhan Yang Maha Esa, akan tetapi kematian karena sumbatan jalan napas, gangguan ventilasi paru, dan pendarahan,seharusnya dapat kita cegah.

      Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menjadi solusi terpilih terbaik untuk memberi bantuan bagi seseorang dengan kriteria "gawat darurat". Pusponegoro (2005) menyatakan bahwa suatu sistem yang baik akan tercermin dari waktu tanggap (Respon Time) sesat setalah cedera terjadi. Keberhasilan pertolongan Terhadap penderita gawat darurat itu tergantung kepada :

  • Kecepatan ditemukannya penderita 
  • kecepatan meminta bantuan pertolongan
  • keceptanan dan ketetapan bantuan yang diberikan

    Melihat ketiga faktor tersebut dapat dimengerti bahwa pertolongan pertama di tempat kejadian (On The spot) sebaiknya dilakukan oleh penolong yang memahami prinsip resusitasi dan stabilisasi, ekstrikasi dan evakuasi, serta cara transportasi penderita dengan benar.

     Kedudukan tenaga kesehatan di dalam (SPGDT) memiliki posisi sangat strategis. Kondisi penderita yang membutuhkan jalan anapas yang bersih, ventilasi paru adequat, dan terhindar dari perdarahan lanjut serta terlindungi dari kecacatan menjadi point penting bahwa seorang penlongn pertama harus mempunyai dasar keilmuan yang memadai tentang ketrampilan penanggulangan penderita gawat darurat (PPGD) atau Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS).
    Pelatihan "Basic Trauma and Cardiac Life Support" (BTCLS) Merupakan salah satu bentuk Kurikulum Pelatihan berstandar nasional bagi tenaga kesehatan yang mengenai teknik bantuan pertolongan untuk penderita gawat darurat.

TUJUAN

Tujuan Umum :

Menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life SUpport (BTCLS) Secara profesional dengan mengedepankan aspek legalitas dan nilai jual dalam rangka menciptakan lulusan pelatihan yang kompeten

Tujuan Khusus

Tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggaraan pelatihan BTCLS adalah peserta pelatihan diharapkan mampu : 

  • Menganalisa Kebutuhan organisasi SPGDT dalam pelayanan gawat darurat sehari-hari dan pelayanan gawat darurat dalam bencana di wilayah kerjanya
  • Mempraktekan ketrampilan dalam mengidentifikasi kebutuhan penderita gawat darurat secara cepat tepat dan akurat (initial assessment)
  • Mempraktekan ketrampilan dalam mengupayakan jalan napas yang bersih sekaligus memproteksi terhadap spinal (airway management)
  • Mempraktekan keterampilan dalam mengupayakan ventilasi paru dan perfusi jaringan yang adequat (breathing and ventilatory Management)
  • Mempraktekan keterampilan dalam mengatasi syok dan mengontrol perdarahan (circulatory management)
  • Mempraktekkan ketarmpilan bantuan hidup dasar (basic life support - cordiopulmonal Rescucitation)
  • Mempraktekkan keterampilan dasar gawat darurat bagi penderita yang mengalami trauma / injury / cedera
  • Mempraktekkan Ketetrampilan dasar gawat jantung  : EKG dan Cardio Shock
  • Mempraktekkan Keterampilan pemasangan balutan dan pembidaian
  • Mempraktekan keterampilan ekstrikasi, evakuasi dan trasportasi dengan teknik yang benar

MANFAAT

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah :

1. Bagi Rumah Sakit

  • Meningkatnya kwalitas dan kompetensi tenaga paramedis
  • terselengaranya program pengembangan SDM melalui pelatihan, penelitian dan pengembangan secara menyeluruh sehingga menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan prima, menyeluruh dan terintegrasi sesuai dengan standar nasional.
  • tercapainya point lebih dalam penilaian Akreditasi rumah sakit tahun 2014

2. Bagi Tenaga Paramedis

  • Tenaga paramedis dapat meningkatkan ketrampilan dalam bidang kegawatdaruratan pasien sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelayanan kesehatan khusunya dalam rangka memberikan asuhan keperawatan kegawat daruratan pasien
  • Sebagai update dan upaya continuous improvement yaitu perbaikan berkelanjutan guna mengikuti kemajuan terkini bidang penanggulangan kegawatan daruratan.

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas