akhir slide show-->

Pelatihan Hospital Preparedness for Emergencies and Disaster (HOPE)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERM OF REFERENCE

PELATIHAN HOPE ( Hospital Preparedness For Emergencies And Disaster )

RSUD KRT. SETJONEGORO, Tanggal : 13  s.d 15 Desember 2016

 

 

PENDAHULUAN

RSUD KRT Setjonegoro merupakan rumah sakit yang menjadi tempat rujukan Regional bagi korban bencana masal yang terjadi di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Sebagai pusat rujukan Regional maka diperlukan sebuah pedoman penanganan bencana yang mengatur kerja dan koordinasi rumah sakit untuk mengoptimalkan pelayanan penanggulangan musibah massal dan bencana.

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, terletak antara 7°.11'.20" sampai 7°.36'.24" garis lintang selatan (LS), serta 109°.44'.08" sampai 110°.04'.32" garis bujur timur (BT), Kabupaten Wonosobo berjarak 120 Km dari Ibu Kota Jawa Tengah (Semarang) dan 520 Km dari Ibu Kota Negara (Jakarta) berada pada rentang 250 dpl - 2.250 dpl dengan dominasi pada rentang 500 dpl - 1.000 dpl sebesar 50% (persen) dari seluruh areal, menjadikan ciri dataran tinggi sebagai wilayah Kabupaten Wonosobo dengan posisi spasial berada di tengah-tengah Pulau Jawa dan berada di antara jalur pantai utara dan jalur pantai Selatan. Jaringan Jalan Nasional ruas jalan Buntu - Pringsurat memberi akses dari dan menuju dua jalur strategis nasional.

Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian lokasi antara 250 m hingga 2.250 m diatas permukaan laut termasuk dalam jenis pegunungan muda dengan lembah yang curam. Secara geografis Kabupaten Wonosobo memiliki luas w98.448 ha (984,68 Km2) terletak dibebatuan prakwaker. Keadaan demikian sering menyebabkan timbul bencana alam terutama dimusim penghujan seperti tanah longsor (land slide), gerakan tanah runtuh dan gerakan merayap

RSUD KRT Setjonegoro memiliki tim medis yang siap menangani bencana, namun tim medis tidak akan dapat bekerja optimal tanpa dukungan kerja dan koordinasi semua unsur yang ada di rumah sakit. Untuk mengatur kinerja dan koordinasi semua unsur di rumah sakit diperlukan pelatihan penanganan bencana secara periodik.

Manajemen penanganan bencana di RSUD KRT Setjonegoro dituangkan dalam buku pedoman yang menjelaskan tentang Struktur Organisasi untuk penanganan bencana baik internal maupun eksternal, alur respon bencana internal dan eksternal, uraian tugas masing-masing unit dan personal petugas, serta prosedur standar, data pendukung dan formulir yang digunakan untuk kelengkapan data dan dokumentasi.

 

TUJUAN

Tujuan Umum :

Menyelenggarakan pelatihan HOPE (Hospital Preparedness for Emergencies and Disaster ) secara profesional dengan mengedepankan aspek legalitas .

Tujuan Khusus :

Tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggaraan pelatihan HOPE adalah peserta pelatihan diharapkan mampu :

  1. Menganalisa kebutuhan organisasi SPGDT dalam pelayanan gawat darurat sehari-hari dan pelayanan gawat darurat dalam bencana di wilayah kerjanya.
  2. Mampu mengenal berbagai macam bencana dan membuat analisa resiko bencana
  3. Mampu melakukan kegiatan simulasi bencana
  4. Mampu melakukan koordinasi dan sitem komunikasi
  5. Mampu melakukan triage pada korban massal
  6. Mampu menangani korban kejadian massal
  7. Mampu membuat Hospital Disaster Planning
  8. Mampu melakukan evakuasi pasien di rumah sakit
  9. Mampu mengelola sumber daya dan hubungan masyarakat
  10. Mampu berkoordinasi dengan lembaga Nasional maupun Internasional

 

MANFAAT

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pelatihan ini adalah:

  1. Bagi Rumah Sakit
    1. Meningkatnya kwalitas dan kompetensi tenaga paramedis
    2. Terselengaranya program pengembangan SDM melalui pelatihan, penelitian dan pengembangan secara menyeluruh sehingga menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan prima, menyeluruh dan terintegrasisesuai dengan standar nasional.
    3. Tercapainya point lebih dalam penilaian Akreditasi rumah sakit

 

  1. Bagi Peserta
    1. Peserta dapat meningkatkan ketrampilan dalam bidang kegawatdaruratan pasien dan bencana sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    2. Diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelayanan kesehatan  khususnya  dalam penanganan bencana.
    3. Sebagai update dan upaya continuous improvement yaitu perbaikan berkelanjutan guna mengikuti kemajuan terkini bidang penanggulangan kegawat daruratan dan bencana.

 

KRITERIA PESERTA

  1. Direktur Rumah Sakit
  2. Manager Rumah Sakit
  3. Koordinator Gawat Darurat
  4. dr. Spesialis
  5. dr. Umum
  6. Perawat / Bidan

 

METODE PELATIHAN

Metode pelatihan yang akan dipakai adalah :

1.  Ceramah dan Tanya Jawab

2.  Diskusi

3. Table Top exercise

4.  triage exercise

5.  Cara Membuat disaster plan

6.  Penialaian bangunan yang masih baik setelah diguncang gempa

7.  Penilaian bangunan yang ideal untuk RS & UGD

 

MATERI PELATIHAN

1.  Disaster & Memories SPGDT

2.  Disaster Type, Vulnerability and Risk

3.  Epidemiology of Disasters and Patterns of Injury

4.  Fire, Seismic & Flood Hazards

5.  Structural Component

6.  Operational Function (Non Structural) Components

7.  Functional Collapse & Evaluation Tool

8.  Principles of Disaster Medicine

9.  Emergency Department Concepts of Operations

10. Integrated Emergency Medical Services System (EMS),HEICS, MIMMS, HOPE

11. Triage

12. Mass Casualty Incident

13. Resuscitation and Emergency Care

14. Man Made Disasters and Complex Emergencies

15. Hospital Disasters Planning

16.  On Site Medical Facilities and Mobile Medical Facilities

17.  Hospital Evacuation

18.  Mental Health Consequences of disasters

19.  Management of the deceased

20.  Coordination with National and International agencies

21.  Managing Resources and Public Relations

22.  Return to Normal Operations

 

INSTRUKTUR

1.    Ketua PERSI

2.    Emergency & Disaster Consultant

3.    Earthquake engineer

4.    Medical expert during disaster

 

SERTIFIKAT

1.    Sertifikat dari 118 dengan Akreditasi PPNI ( 2 skp )

2.    Sertifikat dari Pusdiklat Kemenkes RI  yang akan diterima peserta ± 8 bulan setelah pelaksanaan

 

PELAKSANAAN

Hari/Tanggal        :      Selasa  s.d Kamis Tanggal 13 s.d 15 Desember 2016

Tempat               :      Ruang Wijaya Kusuma Lantai II RSUD KRT. Setjonegoro Kabupaten Wonosobo

Waktu                 :      08.00 s.d 18.00 WIB

 

JUMLAH PESERTA

Untuk satu kelas minimal 30 orang maksimal 40 orang

 

LAMA PELATIHAN

Dilaksanakan dalam 3 hari berturut – turut, mulai jam 08.00 – 18.00

 

RENCANA ANGGARAN BIAYA ---- Terlampir

 

 

Ketua

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan

 

 

SAGIMAN, SST.FT. M.Kes

NIP : 196404101986031022

Koordinator

Disaster

 

 

 

DWI ARI WIBOWO, S.Kep.Ns

NIP : 197105291993031002

 

 

Mengetahui

Pejabat Pembuat Komitmen

 

 

SUDARPA SUDARSANA, SKM. MM

NIP : 196612301987021001

 

 

DAFTAR NAMA PESERTA PELATIHAN HOPE

NO

NAMA

BAGIAN

1.

Dr. Mohamad Riyatno, M.Kes

Direktur

2.

RR. Tri Lestari, DCN, MM

Bagian Umum

3.

Jumawarni, B.Sc

Bidang Pelayanan

4.

Sugimin, A.Md

Kasir

5.

Sudarwoto, SKM, MM

Bidang Penunjang

6.

Dr. Totok Kristiono Sp. An, M.Kes

SMF

7.

Dr. Hirman Ari wibowo Sp.OT

SMF

8.

Puput Drastis, Praharani, A.Md

Gizi

9.

Agung Hadi Rahmanto

IPSRS

10.

Angga Sukma Mahendra, A.Md.Kep

IGD

11.

Gunawan, S.Kep.Ns

IGD

12.

Kuncoro Agung, AMK

IGD

13.

Agung Dwi Raharjo, AMK

ICU

14.

Musyafak, AMK

ICU

15.

Bambang Setiawan, S.Kep.Ns

IBS

16.

Ahmad Miftahul Huda, AMK

IBS

17.

Dudung Pasetya, AMK

Anggrek

18.

Karmono, AMK

Anggrek

19.

Adi Setia Pambudi, A.Md.Kep

Flamboyan

20.

Sunandar, AMK

Flamboyan

21.

Agus Riyanto, A.Md.Kep

Cempaka

22.

Adi Kurniawan, A.Md.Kep

Cempaka

23.

Ratih Indah Rosika Dewi, A.Md.Keb

VK

24.

Yudika Ratnasari, A.Md.Keb

VK

25.

Sri Subekti Tresnani, A.Md.Keb

IGD

26.

Nunung Kisworo, S.Kep.Ns

Flamboyan

27.

Dewi Lokaningtyas, A.Md

Sanitasi

28.

Doddy Kristyawan, A.Md

Apotik

29.

Anastasia Mart Yulis

Apotik

30.

Dr. Erwin

IGD

31.

Eka Setiawati, A.Md.Kesling

Sanitasi

32.

Arumningtyas R, AMK

Bougenvile

33.

Harvian Wigananta, AMK

Bougenvile

34.

Nurwidha Rahmaputri, amk

Edelweis

35.

Nurudin

Logistik

36.

Nani W, AMK

IRJA

37.

Agesti Andiyani, AMK

Dahlia

38.

Zubad Chasani, AMK

IRJA

39.

Dewi Sastriana, AMK

Perinatal

40.

Lina Novitasari Sudarmo, AMK

Perinatal

 

 

 


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas