akhir slide show-->

UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN BBLR DI RUANG PERINATAL RSUD KRT. SETJONEGORO

World Health Organization (2015) menyatakan bahwa dibandingkan dengan negara negara ASEAN lainnya, Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Angka kematian bayi di Indonesia 27 per 1000 kelahiran hidup lebih tinggi dibandingkan negara negara tetangga seperti di Singapura 3 per 1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5 per 1000 kelahiran hidup, Thailand 17 per 1000 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000 kelahiran hidup.

RSUD KRT. Setjonegoro sebagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia berusaha ikut berperan dalam penurunan angka kematian bayi. Jumlah kematian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 1500 gr - 2500 gr yang meninggal < 48 jam di RSUD KRT. Setjonegoro dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Bulan

Numerator

Denumerator

Target

Hasil

 

Jumlah BBLR 1500 gr – 2500 gr yang meninggal < 48 jam

Jumlah seluruh BBLR 1500 gr – 2500 gr yang ditangani

 

 

Januari

1

35

1%

2.86%

Februari

8

25

1%

32.00%

Maret

3

40

1%

7.50%

April

2

31

1%

6.45%

Mei

1

42

1%

2.38%

Juni

1

23

1%

4.35%

Juli

2

23

1%

8.7%

Agustus

3

23

1%

13.0%

September

3

24

1%

12.5%

Oktober

4

41

1%

9.8%

November

1

43

1%

2.3%

Desember

0

27

1%

0.0%

Jumlah kematian BBLR sampai dengan bulan Oktober 2016 belum mencapai target sehingga ruang perinatal RSUD KRT. Setjonegoro melaksanakan peningkatan mutu layanan dengan metode Quality Control Cycle (QCC) mengambil tema “Menurunkan Angka Kematian Perinatal RSUD KRT. Setjonegoro”. Akhirnya kematian bayi BBLR bulan November mulai menurun sedangkan kematian bayi BBLR Bulan Desember nol.

QCC “Menurunkan Angka Kematian Perinatal RSUD KRT. Setjonegoro” dilaksanakan dengan tujuan menurunkan Angka Kematian BBLR di Ruang Perinatal RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo dengan target 5%. Langkah langkah yang dilaksanakan dalam QCC adalah penentuan tema, penentuan target, analisis kondisi yang ada  , analisis penyebab, penyusunan strategi perencanaan, penanggulangan, evaluasi dan terakhir standarisasi dan tindak lanjut.


Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas