Pelatihan Edukator & Komunikasi Efektif

Guna mengingkatkan pelayanan RSUD KRT. Setjonegoro, tanggal 16 – 18 Oktober 2017 diadakan Pelatihan Edukator & Komunikasi Efektif dengan tema “Untuk Menunjukkan Rumah Sakit yang Terunggul Bermutu & Terpercaya”. Pelatihan ini diadakan di Aula Wijaya Kusuma Lantai 2 RSUD KRT. Setjonegoro dengan narasumber dari TIM TOT Setjonegoro. Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan dari program pelatihan-pelatihan komunikasi efektif sebelumnya.

Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.

Model Komunikasi David K. Berlo yang terkenal yakni SMCR terdapat unsur-unsur Source, Medium, Channel dan Receiver. Murid Wilbur E. Schramm ini memasukkan berbagai elemen komunikasi sebagaimana yang sudah diungkapkan gurunya seperti source, encoding, message, decoding dan receiver. Berlo memberi penekanan lebih pada komunikasi sebagai sebuah proses. Mengelaborasikan antara pesan dan saluran serta memperluas konsep fidelity atau ketepatan.

Berlo memandang segala sesuatu bisa menjadi pembawa pesan, misalnya saja melalui algoritma yang disalurkan melalui perlengkapan komputer. beberapa energi juga bisa membawa pesan misalnya listrik,udara dan cahaya. Untuk mencapai komunikasi yang efektif komunikan sebaiknya memperhatikan cara dalam menyajikan sebuah pesan, baik secara verbal ataupun nonverbal. Suara yang bagaimana yang paling efektif digunakan dalam berbagai situasi.

Tipe-gambar atau diagram, animasi, video seperti apakah yang sebaiknya digunakan untuk mencapai efektifitas komunikasi dalam beragam situasi. Untuk mencapai efektiftas dalam komunikasi dibutuhkan beragam kombinasi dari cara itu.

Konsep Fidelity (ketepatan) yang disampaikan Berlo, menilai suatu proses komunikasi bisa diukur efektifitasnya dilihat dari tercapai atau tidaknya tujuan dari si pengirim pesan. Ketepatan ini bisa diterapkan dalam keseluruhan komunikasi ataupun komponen komunikasi. Ada 4 faktor yang bisa membangun ketepatan dalam komunikasi yakni:

  • Ketrampilan komunikasi
  • Perilaku
  • Level pengetahuan
  • Posisi sosial budaya

Komunikasi verbal efektif

  • Berlangsung secara timbal balik.
  • Makna pesan dapat disampaikan secara ringkas dan jelas
  • Bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami.
  • Cara penyampaian mudah diterima.
  • Disampaikan secara tulus.
  • Mempunyai tujuan yang bisa ditangkap jelas.
  • Memperhatikan norma yang berlaku.
  • Disertai dengan humor atau cara-cara menyenangkan lainnya.

Komunikasi nonverbal efektif

  • Penampilan fisik yang meyakinkan lawan bicara.
  • Sikap tubuh dan gesture.
  • Ekspresi wajah.

Penerapan

Komunikasi verbal efektif

  • Berlangsung secara timbal balik.
  • Makna pesan dapat disampaikan secara ringkas dan jelas
  • Bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami.
  • Cara penyampaian mudah diterima.
  • Disampaikan secara tulus.
  • Mempunyai tujuan yang bisa ditangkap jelas.
  • Memperhatikan norma yang berlaku.
  • Disertai dengan humor atau cara-cara menyenangkan lainnya.

Komunikasi nonverbal efektif

  • Penampilan fisik yang meyakinkan lawan bicara.
  • Sikap tubuh dan gesture.
  • Ekspresi wajah.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.