Mengatasi Anak Tantrum

Apakah  Tantrum  itu?

Temper Tantrum atau sering disebut Tantrum adalah ledakan kemarahan yang tidak terkendali disertai dengan perilaku distuktif (merusak), seperti: tangisan keras, menjerit, berguling-guling dilantai, melempar barang, berteriak-teriak, tidak mau beranjak dari tempat tertenteu, memukul, menendang, atau membuat tubuh kaku. Sering muncul pada anak usia 1 sampai 6 tahun.

Apakah penyebabnya?

  • Kondisi dari dalam diri anak
  • Pola asuh orangtua
  • Lingkungan

Apa Yang Harus Dilakukan Orangtua Ketika Anak Tantrum ?

  • Jangan panik
  • Tetap tenang
  • Cari tahu penyebab tantrum

Misalnya : Adek lapar ? Adek mengantuk ? Adek ingin apa?

  • Alihkan perhatian anak >> Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Misalnya memberi mainan yang sudah lama tidak diberikan, menyapa orang-orang  atau anak sebaya disekitar, mengajak ngobrol tentang hal yang gembira.
  • Jangan pukul anak >> Lebih baik memeluk anak dekap dengan lembut. Pelukan mempunyai efek yang menenangkan dan anak bisa merasakan bahwa Anda peduli dan menyanyangi.

Tips Bagi Orangtua

  1. Orangtua perlu melatih kematangan emosinya, dengan tidak menunjukkan perilaku marah didepan anak yang sedang tantrum.
  2. Ketika anak tantrum, orangtua tetap tenang, bereaksi secara emosional pada anak tantrum, justru akan meningkatkan perilaku tantrum.
  3. Diamkan ± 1 menit tidak diberi perhatian maka anak akan lebih tenang dengan sendirinya dan reda amarahnya. Peluk dari belakang untuk menghindari pukulan dari anak jika tantrumnya sudah sangat parah, peluk hingga anak tenang.

 Jenis-Jenis Tantrum

A. Manipulative Tantrum

Terjadi ketika anak tidak memperoleh apa yang diinginkan. Perilaku ini akan berhenti saat keinginan anak dituruti.

B. Verbal Frustration Tantrum

Terjadi ketika anak tahu apa yang Ia inginkan, tapi tidak tahu bagaimana cara menyampaikan keinginannya dengan jelas. Tantrum jenis ini akan menghilang sejalan dengan peningkatan kemampuan komunikasi anak, dimana anak semakin dapat menjelaskan kesulitan yang dialaminya.

C. Temperamental Tantrum

Terjadi ketika tingkat frustrasi anak mencapai tahap yang sangat tinggi, anak menjadi sangat tidak terkontrol dan sangat emosional. Anak akan menjadi sangat lelah dan sangat kecewa. Pada tantrum jenis ini anak sulit untuk berkonsentrasi dan sulit mengontrol dirinya sendiri. Anak menjadi bigung dan mengalami disorientasi.

Supaya Tantrum Tidak Menjadi Kebiasaan

Lakukan Pola Asuh Positif

  1.  Penuh kasih sayang Hindari memberi hadiah, janji materi ketika anak berperilaku baik.
  1. Penuh penghargaan Jangan membandingkan dengan anak lain.
  1. Penuh persahabatan Jadilah sahabat yang bisa menjadi tempat mengutarakan pendapat. Latih anak untuk dapat mengutarakan perasaannya dengan baik.

Konsultasikan kondisi Anak Anda

ke Psikolog Klinis

KLINIK PSIKOLOGI RSUD

KRT. SETJONEGORO  WONOSOBO

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.